Jun 23, 2026
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Magelang menyelenggarakan kegiatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Intelektualitas pada Minggu, 7 Juni 2026, bertempat di Ruang B18 Universitas Muhammadiyah Magelang. Kegiatan yang mengusung tema “Kader IMM sebagai Agen Perubahan melalui Gerakan Intelektualitas” ini diikuti oleh kader IMM KOMKIP angkatan tahun 2025 sebagai tindak lanjut dari proses perkaderan formal Darul Arqam Dasar (DAD) yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Perkaderan IMM KOMKIP sebagai upaya menjaga kesinambungan proses pembinaan kader, khususnya dalam penguatan aspek intelektualitas.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Lathif Ghozali, yang membahas pentingnya peran kader IMM sebagai agen perubahan melalui penguatan budaya intelektual. Materi yang disampaikan menekankan bahwa kader IMM tidak hanya dituntut untuk memiliki semangat gerakan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif dalam merespons berbagai persoalan di tengah masyarakat. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan interaktif. Para kader menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan terlibat dalam sesi diskusi bersama pemateri melalui berbagai pertanyaan serta pertukaran gagasan terkait implementasi gerakan intelektualitas dalam kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat.
Setelah sesi pemaparan materi dan diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penguatan yang dipandu oleh instruktur dari Korps Instruktur Magelang. Sesi ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap materi yang telah diperoleh sekaligus memberikan refleksi mengenai pentingnya menjaga semangat belajar dan pengembangan kapasitas diri sebagai kader Muhammadiyah. Melalui penguatan tersebut, peserta diajak untuk menerjemahkan nilai-nilai intelektualitas ke dalam tindakan nyata yang mampu memberikan kontribusi positif bagi organisasi, persyarikatan, dan masyarakat luas.
Kegiatan RTL Intelektualitas ini menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi IMM yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kader diharapkan mampu mengembangkan tradisi keilmuan, meningkatkan daya kritis, serta memperkuat perannya sebagai agen perubahan yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. Dengan adanya tindak lanjut pasca-Darul Arqam Dasar, IMM KOMKIP UNIMMA berkomitmen untuk terus mencetak kader yang tidak hanya unggul dalam gerakan, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.
Magelang, 13 April 2026
Mikdad Fakhri Habibi
Apr 17, 2026
Magelang, 15 April 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan jiwa nasionalisme yang tinggi melalui penyelenggaraan kegiatan Bela Negara yang dilaksanakan pada tanggal 14–15 April 2026. Kegiatan ini bertempat di Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro dan diikuti oleh mahasiswa angkatan 2022 atau mahasiswa semester 8 FKIP UNIMMA.
Kegiatan Bela Negara ini dirancang secara komprehensif untuk memberikan pembekalan nilai-nilai kebangsaan, kepemimpinan, serta kedisiplinan kepada mahasiswa sebagai calon pendidik masa depan. Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas praktik yang menuntut keterlibatan fisik, mental, dan emosional. Hal ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, adaptif, serta mampu menghadapi tantangan di dunia pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Bela Negara ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, serta semangat cinta tanah air. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang edukatif dan penuh makna, di antaranya Materi Kepemimpinan, pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), serta Gladi Bersih Apel Siaga Bela Negara (Galadi ASBN) yang melatih kekompakan dan koordinasi antar peserta.
Salah satu momen yang paling berkesan dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan Api Semangat Bela Negara yang diselenggarakan pada malam hari. Dalam suasana yang khidmat dan penuh makna, kegiatan ini menjadi simbol penanaman nilai perjuangan, pengabdian, serta komitmen mahasiswa dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Api yang menyala menjadi representasi semangat yang diharapkan terus hidup dalam diri setiap peserta, sebagai generasi penerus yang memiliki rasa cinta tanah air yang kuat dan tidak mudah goyah oleh berbagai tantangan zaman.
Tidak hanya berfokus pada kedisiplinan dan wawasan kebangsaan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan aktivitas outbound yang dirancang untuk meningkatkan kerja sama tim, membangun kepercayaan diri, serta mempererat hubungan antar mahasiswa. Dalam suasana yang lebih santai namun tetap bermakna, outbound menjadi sarana efektif untuk melatih komunikasi, kepemimpinan situasional, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara kolaboratif.


Antusiasme dan partisipasi aktif mahasiswa terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Setiap peserta menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian acara, baik yang bersifat fisik maupun reflektif. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan Bela Negara tidak hanya menjadi agenda formal semata, tetapi juga mampu memberikan pengalaman berharga yang membekas bagi para peserta.
Melalui kegiatan ini, FKIP UNIMMA berharap dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan yang kuat. Nilai-nilai bela negara yang ditanamkan diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalankan peran mereka sebagai pendidik yang profesional sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan Bela Negara tahun 2026 ini, FKIP UNIMMA menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan semangat pengabdian.
Apr 16, 2026
Kegiatan Ramadhan PENA IMM Mengajar yang diselenggarakan oleh IMM KOMKIP UNIMMA sukses menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi anak-anak selama bulan Ramadan 2026. Mengusung tema “Ramadhan Ceria, Akhlak Bersemi”, program ini dilaksanakan dalam empat pertemuan, yakni pada 21 dan 28 Februari serta 7 dan 15 Maret 2026. Bertempat di TPQ Al-Aziz Gelangan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang. Kegiatan berlangsung setiap sore mulai pukul 16.00 WIB hingga waktu berbuka puasa, menghadirkan suasana edukatif yang hangat dan penuh kebersamaan.
Pada dua pertemuan awal, mahasiswa IMM KOMKIP UNIMMA berperan aktif sebagai fasilitator pembelajaran dengan membagi kegiatan ke dalam dua kelas, yaitu kelas Al-Qur’an dan kelas Iqro. Materi yang disampaikan mencakup fikih dasar, kisah Islami, pembiasaan menyimak bacaan Al-Qur’an melalui mikrofon musholla, serta penguatan hafalan Al-Qur’an dan doa harian. Sementara itu, pada kelas Iqro, anak-anak dibimbing dalam membaca Iqro secara tartil serta menghafal doa-doa harian. Memasuki pertemuan ketiga, kegiatan difokuskan pada evaluasi praktik ibadah melalui setoran wudhu dan salat yang dinilai langsung oleh mahasiswa, sebagai bentuk penguatan pemahaman sekaligus pembiasaan ibadah yang benar.
Puncak kegiatan terselenggara pada pertemuan keempat dengan menghadirkan sesi mendongeng edukatif bersama Kak Arip Saryadi Putra yang mampu membangun antusiasme dan keceriaan peserta. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memberikan apresiasi berupa hadiah kepada peserta dengan capaian terbaik selama rangkaian kegiatan. Suasana yang tercipta sepanjang kegiatan terasa akrab, komunikatif, dan sarat nilai kekeluargaan, di mana mahasiswa dan anak-anak TPQ dapat berinteraksi secara dekat dan harmonis. Dukungan penuh dari pengurus TPQ, yakni Mas Sigit dan Bu Anisya, turut menjadi faktor penting dalam kelancaran dan keberhasilan kegiatan ini.
Sebagai penutup di setiap pertemuan, seluruh peserta bersama mahasiswa dan pengurus TPQ melaksanakan buka puasa bersama, dilanjutkan dengan salat berjamaah dan doa. Kegiatan Ramadhan PENA IMM Mengajar ini diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan dan akhlak anak-anak, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial serta semangat pengabdian mahasiswa kepada masyarakat secara nyata dan berkelanjutan.
Feb 16, 2026
Pelita IMM Komkip Unimma 2026: Satu Aksi Sejuta Arti
IMM Komkip Unimma berkolaborasi dengan Lazismu Kota Magelang sukses menyelenggarakan kegiatan Safari Ranting Lazismu Kota Magelang x Pelita IMM Komkip Unimma 2026 pada Jumat, 30 Januari 2026 di TPQ Al Muttaqien, Gang Kantil 3, Kemirirejo, Kota Magelang. Mengusung tema “Merajut Kepedulian, Menguatkan Kebersamaan”, kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian sosial kader IMM kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai keislaman dalam kehidupan nyata.
Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dengan layanan cek kesehatan gratis yang dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk pemeriksaan dasar. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap rangkaian acara. Selain itu, bazar sembako turut membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan lebih terjangkau. Suasana semakin khidmat ketika kajian keislaman disampaikan oleh H. M. Zuhron Arofi, M.Pd.I yang menekankan pentingnya kepedulian sosial sebagai bagian dari tanggung jawab umat. Dalam kesempatan tersebut, panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini berangkat dari semangat hadis Nabi bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Tidak hanya menyasar orang dewasa, kegiatan ini juga menghadirkan dongeng dan edukasi bagi anak-anak TPQ yang berlangsung penuh keceriaan dan interaksi aktif. Sebelumnya, pada 25 Januari 2026, panitia telah mengadakan perlombaan lomba tahfidz dan lomba mewarnai dengan kategori anak kecil dan anak besar. Kegiatan pra-acara ini bertujuan untuk mengembangkan potensi spiritual, kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak.
Melalui jargon “Pelita 2026: Satu Aksi, Sejuta Arti,” kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara mahasiswa dan masyarakat. Kolaborasi antara IMM Komkip Unimma dan Lazismu Kota Magelang menunjukkan bahwa sinergi kelembagaan mampu menghadirkan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan. Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkelanjutan serta menjadi inspirasi bagi kader IMM untuk senantiasa menghadirkan aksi nyata yang bermanfaat luas bagi masyarakat.
Jan 30, 2026
Sebanyak 131 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melaksanakan kegiatan studi banding ke SD Islam Bani Hasyim Malang, Jawa Timur, pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan akademik ini didampingi oleh lima dosen PGSD dan diterima secara langsung oleh Kepala Sekolah SD Islam Bani Hasyim beserta jajaran guru dan pimpinan Yayasan.
Studi banding ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa terkait praktik pedagogi pembelajaran di sekolah dasar, khususnya dalam pengelolaan kurikulum, pengembangan keterampilan siswa, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan kemampuan akademik dan nonakademik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi PGSD dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata melalui pembelajaran kontekstual dan observasi langsung di satuan pendidikan dasar.
Salah satu fokus utama dalam studi banding ini adalah pengenalan kurikulum yang digunakan di SD Islam Bani Hasyim, yaitu The Living School. Kurikulum ini menitikberatkan pada pembentukan adab dan akhlak sebagai fondasi utama pendidikan. Dalam implementasinya, nilai-nilai karakter tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi dihidupkan dalam seluruh aktivitas sekolah, mulai dari pembelajaran di kelas, interaksi sosial, hingga budaya sekolah sehari-hari.
Dalam kunjungan ini, mahasiswa PGSD diajak berkeliling lingkungan sekolah untuk mengamati secara langsung fasilitas pendidikan, tata ruang, serta pelaksanaan pembelajaran di berbagai kelas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran utuh tentang bagaimana lingkungan belajar dirancang untuk mendukung tumbuh kembang siswa secara holistik, baik dari aspek akademik, sosial, emosional, maupun spiritual.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga melakukan observasi terhadap berbagai aktivitas pembelajaran dan program pengembangan diri siswa. Sejumlah kegiatan yang diamati antara lain pembelajaran seni dan kreativitas, penguatan literasi bahasa asing, seni pencak silat sebagai bagian dari pendidikan jasmani dan karakter, hingga kegiatan seni menghias topeng tradisional. Aktivitas seni tersebut menjadi sarana penguatan budaya lokal sekaligus media pembelajaran yang menumbuhkan kreativitas, kerja sama, dan kecintaan siswa terhadap budaya bangsa.
Selain itu, mahasiswa mencermati bagaimana SD Islam Bani Hasyim menyusun sendiri buku-buku pembelajaran yang digunakan di sekolah. Penyusunan buku ajar secara mandiri ini bertujuan agar materi pembelajaran selaras dengan nilai, karakter, dan profil lulusan yang diharapkan sekolah. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian dan karakter siswa secara konsisten.
Keunikan lain yang menarik perhatian mahasiswa adalah keterlibatan wali murid dalam proses pembelajaran. SD Islam Bani Hasyim memiliki kelas-kelas khusus yang diisi oleh wali murid sesuai dengan profesi masing-masing. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan pengalaman belajar langsung dari praktisi di berbagai bidang, sementara orang tua turut berperan aktif dalam mendukung proses pendidikan anak di sekolah.
Tidak hanya itu, terdapat pula pembelajaran kolaboratif yang melibatkan siswa dan wali murid secara bersamaan. Model pembelajaran ini dirancang untuk membangun sinergi antara sekolah dan keluarga, sehingga proses belajar tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut di lingkungan rumah. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak.
Salah satu mahasiswa peserta studi banding, Mesak, mahasiswa PGSD asal Papua, mengungkapkan kesan positifnya terhadap budaya sekolah yang diterapkan di SD Islam Bani Hasyim. Ia mengaku terkesan dengan atmosfer pendidikan di Jawa yang menekankan keseimbangan antara pencapaian akademik, penguatan budaya, dan pembentukan karakter siswa.
“Kami melihat bagaimana budaya sekolah dibangun dengan sangat kuat melalui kegiatan-kegiatan yang mendidik dan membentuk karakter. Ini menjadi pengalaman baru dan berharga bagi kami, terutama karena kami bisa melihat langsung praktik pendidikan yang menempatkan adab dan akhlak sebagai dasar utama,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu dosen pendamping, Arifah Muzayyanah, M.Pd., menilai bahwa praktik pendidikan di SD Islam Bani Hasyim sangat menarik dan relevan dengan tantangan pendidikan dasar saat ini. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga melatih keterampilan hidup (life skills) siswa sejak dini.
“Pembelajaran di sini memberikan contoh konkret bagaimana sekolah dapat menjadi ruang pembentukan karakter, keterampilan sosial, dan kemandirian siswa. Ditambah dengan keterlibatan orang tua dan penyusunan bahan ajar mandiri, sekolah benar-benar menghadirkan pendidikan yang hidup dan bermakna,” jelas Arifah.
Ia menambahkan bahwa guru-guru di SD Islam Bani Hasyim juga secara rutin mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menjaga kualitas pembelajaran serta memastikan bahwa setiap pendidik mampu mengimplementasikan kurikulum The Living School secara optimal.
Melalui kegiatan studi banding ini, mahasiswa PGSD diharapkan memperoleh pengalaman nyata mengenai praktik pendidikan dasar yang holistik, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi profesional sebagai calon guru sekolah dasar.
Kegiatan studi banding ini sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa PGSD FKIP dalam menghadapi dunia pendidikan di masa depan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan adab, akhlak, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Jan 30, 2026
Program Studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Unimma menyelenggarakan Pagelaran Seni Tari dan Drama mahasiswa pada Selasa hingga Kamis, 20–22 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Unimma Kampus 1 pada pukul 08.00–12.00 WIB dan diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 3.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi, Agrissto Bintang Aji Pradana, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pagelaran seni sebagai ruang ekspresi dan pengembangan kompetensi mahasiswa calon guru sekolah dasar.
“Melalui pagelaran seni ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga belajar menyampaikan nilai dan pesan pendidikan melalui bahasa seni,” ungkapnya.
Beragam tema diangkat dalam pertunjukan, mulai dari cerita rakyat, kearifan lokal, hingga refleksi kehidupan sosial yang dekat dengan dunia anak-anak. Dosen pendamping kegiatan, Bening Sri Palupi, M.Pd., menyampaikan bahwa pagelaran ini dirancang sebagai ruang berkarya sekaligus ruang belajar bagi mahasiswa. Seni tari dan drama dipandang sebagai keterampilan dasar yang penting dimiliki calon guru SD, karena dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif di kelas.
“Calon guru SD perlu memiliki keberanian berekspresi, kemampuan bercerita, serta kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan budaya. Semua itu dapat dilatih melalui seni tari dan drama,” jelasnya.
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Auditorium Unimma Kampus 1 menjadi ruang ekspresi seni yang hidup selama tiga hari, dengan beragam penampilan yang menunjukkan karakter dan kekhasan masing-masing kelas. Setiap pertunjukan disambut dengan perhatian dan apresiasi dari penonton, menciptakan suasana akademik yang kreatif dan inspiratif.
Melalui kegiatan ini, Prodi PGSD Unimma menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga dari sisi kreativitas, seni, dan budaya. Pagelaran seni tari dan drama diharapkan dapat menginspirasi penyampaian nilai moral sekaligus pelestarian budaya dalam dalam bingkai pembelajaran.