Program Studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Unimma menyelenggarakan Pagelaran Seni Tari dan Drama mahasiswa pada Selasa hingga Kamis, 20–22 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Unimma Kampus 1 pada pukul 08.00–12.00 WIB dan diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 3.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi, Agrissto Bintang Aji Pradana, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pagelaran seni sebagai ruang ekspresi dan pengembangan kompetensi mahasiswa calon guru sekolah dasar.
“Melalui pagelaran seni ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga belajar menyampaikan nilai dan pesan pendidikan melalui bahasa seni,” ungkapnya.
Beragam tema diangkat dalam pertunjukan, mulai dari cerita rakyat, kearifan lokal, hingga refleksi kehidupan sosial yang dekat dengan dunia anak-anak. Dosen pendamping kegiatan, Bening Sri Palupi, M.Pd., menyampaikan bahwa pagelaran ini dirancang sebagai ruang berkarya sekaligus ruang belajar bagi mahasiswa. Seni tari dan drama dipandang sebagai keterampilan dasar yang penting dimiliki calon guru SD, karena dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif di kelas.
“Calon guru SD perlu memiliki keberanian berekspresi, kemampuan bercerita, serta kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan budaya. Semua itu dapat dilatih melalui seni tari dan drama,” jelasnya.
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Auditorium Unimma Kampus 1 menjadi ruang ekspresi seni yang hidup selama tiga hari, dengan beragam penampilan yang menunjukkan karakter dan kekhasan masing-masing kelas. Setiap pertunjukan disambut dengan perhatian dan apresiasi dari penonton, menciptakan suasana akademik yang kreatif dan inspiratif.
Melalui kegiatan ini, Prodi PGSD Unimma menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga dari sisi kreativitas, seni, dan budaya. Pagelaran seni tari dan drama diharapkan dapat menginspirasi penyampaian nilai moral sekaligus pelestarian budaya dalam dalam bingkai pembelajaran.

