Jan 22, 2026
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Magelang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa melalui penyelenggaraan Webinar Pencarian Referensi dan Pemanfaatan AI dalam Tugas Akhir Mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2) yang sedang menempuh skripsi dan tesis. Webinar ini diselenggarakan sebagai respons atas tantangan akademik yang semakin kompleks di era digital, khususnya terkait dengan ketersediaan sumber referensi ilmiah yang melimpah serta pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Melalui kegiatan ini, FKIP UNIMMA berupaya membekali mahasiswa dengan keterampilan strategis dalam menelusuri referensi ilmiah yang kredibel sekaligus memanfaatkan AI secara etis dan bertanggung jawab dalam penyusunan tugas akhir dan artikel ilmiah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ari Suryawan, Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Magelang. Dalam sambutannya, menegaskan bahwa kualitas tugas akhir mahasiswa sangat ditentukan oleh kemampuan dalam memilih dan menggunakan referensi ilmiah yang tepat. Menurut beliau, referensi bukan sekadar pelengkap daftar pustaka, melainkan fondasi utama yang menentukan kekuatan argumentasi, kejelasan kerangka teori, serta validitas temuan penelitian.
Dekan menyampaikan tiga pesan utama yang menjadi inti arah kebijakan akademik FKIP dalam menghadapi era digital. Pertama, pentingnya meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa melalui penggunaan referensi yang kredibel dan bereputasi, baik dalam tugas akhir maupun artikel ilmiah. Referensi yang berasal dari jurnal internasional bereputasi, buku ilmiah, serta sumber akademik terpercaya diharapkan mampu memperkuat posisi ilmiah karya mahasiswa dan mendorong lahirnya penelitian yang berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu. Kedua, menekankan urgensi etika pemanfaatan AI dalam penyelesaian tugas akhir. Perkembangan teknologi AI membuka peluang besar dalam membantu mahasiswa menelusuri literatur, menyusun kerangka berpikir, hingga mengelola referensi. Namun, pemanfaatan tersebut harus tetap berada dalam koridor etika akademik. AI diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran intelektual mahasiswa. Setiap ide, analisis, dan kesimpulan tetap harus lahir dari pemikiran kritis dan tanggung jawab akademik penulis. Ketiga, mengajak seluruh sivitas akademika untuk membumikan integritas akademik melalui penulisan artikel ilmiah. Integritas akademik dipandang sebagai nilai fundamental yang harus dijaga dalam setiap proses penelitian, mulai dari perumusan masalah, pengumpulan data, analisis, hingga publikasi. Kejujuran ilmiah, penghormatan terhadap karya orang lain melalui sitasi yang benar, serta penolakan terhadap segala bentuk plagiarisme menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar.
Webinar ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas di bidang penelitian, publikasi ilmiah, serta aspek hukum dalam pemanfaatan AI. Narasumber pertama adalah Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, M.E.I., seorang peneliti dan editor jurnal yang aktif dalam pengelolaan publikasi ilmiah bereputasi. Dalam paparannya, Dr. Zulfikar menjelaskan strategi efektif dalam menelusuri referensi ilmiah berkualitas, mulai dari pemanfaatan database jurnal internasional, teknik pencarian kata kunci, hingga cara menilai kredibilitas sumber. Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, M.E.I., menekankan bahwa kemampuan menelusuri literatur merupakan keterampilan dasar yang wajib dimiliki mahasiswa peneliti. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah penggunaan sumber yang tidak relevan, tidak mutakhir, atau berasal dari media nonilmiah. Selain itu, Dr. Zulfikar juga membahas peran AI dalam mendukung proses pencarian referensi. AI dapat dimanfaatkan untuk memetakan topik penelitian, merekomendasikan artikel relevan, serta merangkum temuan penelitian terdahulu. Namun demikian, beliau mengingatkan bahwa hasil AI harus selalu diverifikasi dan dikritisi, karena kualitas karya ilmiah tetap ditentukan oleh kedalaman analisis manusia, bukan oleh kecanggihan teknologi semata.

Narasumber kedua, Dr. Chrisna Bagus Edhita Praja, M.H., seorang pakar hak cipta dan pemanfaatan AI dalam penulisan artikel ilmiah, mengulas aspek hukum dan etika dalam penggunaan teknologi AI. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa pemanfaatan AI dalam penulisan ilmiah harus memperhatikan hak kekayaan intelektual, kepemilikan karya, serta batasan batasan hukum yang berlaku. Dr. Chrisna menegaskan bahwa penggunaan AI tanpa kontrol dapat berpotensi melanggar prinsip orisinalitas dan menimbulkan persoalan hukum, terutama jika karya yang dihasilkan mengandung unsur plagiarisme atau melanggar hak cipta. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami bahwa AI bukanlah “penulis”, melainkan sekadar alat bantu yang tidak memiliki tanggung jawab hukum. Tanggung jawab akademik dan hukum sepenuhnya berada pada penulis karya ilmiah. Lebih lanjut, beliau menyoroti pentingnya transparansi dalam penggunaan AI. Mahasiswa diimbau untuk bersikap terbuka kepada dosen pembimbing mengenai bentuk pemanfaatan AI yang digunakan dalam proses penelitian. Sikap ini dinilai sebagai bagian dari etika akademik dan cerminan kedewasaan intelektual seorang peneliti pemula. Selama sesi diskusi, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik penelusuran jurnal, pemilihan referensi bereputasi, serta batasan etis penggunaan AI. Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan wawasan praktis yang sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa yang sedang berada pada tahap akhir studi.
Webinar ini diharapkan menjadi titik awal penguatan budaya akademik yang sehat di lingkungan FKIP UNIMMA. Melalui pemahaman yang baik tentang pencarian referensi dan pemanfaatan AI, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan tugas akhir dan artikel ilmiah yang berkualitas, orisinal, serta berintegritas tinggi. Pada akhir kegiatan, Dekan FKIP Unimma menyampaikan harapan agar mahasiswa setelah mengikuti webinar ini mampu memanfaatkan AI secara bijak dan efektif, sekaligus memiliki keterampilan literasi informasi yang kuat dalam menelusuri sumber ilmiah terpercaya. Dengan demikian, tugas akhir tidak hanya menjadi syarat kelulusan, tetapi juga menjadi karya ilmiah yang layak dibanggakan dan berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan. FKIP Universitas Muhammadiyah Magelang berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menanamkan nilai-nilai integritas, etika, dan profesionalisme kepada seluruh mahasiswa sebagai calon pendidik dan akademisi masa depan.
Dokumentasi Kegiatan di Youtube Garda Cendekia FKIP Unimma
File Materi Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, S.E, M.EI.
File Materi Dr. Chrisna Bagus Edhita Praja, S.H, M.H.
Dec 31, 2025
MAGELANG, 29 Desember 2025 – Seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar aksi solidaritas serentak untuk membantu korban bencana alam di wilayah Sumatra. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Senin–Rabu (22-24/12), ini berhasil menghimpun donasi melalui berbagai aksi kreatif dan penggalangan dana di ruang publik.
Aliansi mahasiswa yang terdiri dari BEM FKIP, IMM Komkip, DPM FKIP, HIMA BK, HMJ PGSD, dan HMJ PGPAUD ini membagi kegiatan dalam dua metode. Di lingkungan internal Kampus 1 UNIMMA, penggalangan dana dilakukan melalui pertunjukkan akustik dan Bazar Kemanusiaan. Seluruh keuntungan dari penjualan produk dalam bazar tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk donasi.
Sebagai puncak aksi pada Rabu (24/12), sejumlah perwakilan Ormawa FKIP UNIMMA turun ke jalan di beberapa titik strategis Kota Magelang, seperti persimpangan lampu merah Alun-alun Kota Magelang dan persimpangan Artos (Armada Town Square). Meski sempat diguyur hujan, para mahasiswa tetap melakukan orasi kemanusiaan dan mengumpulkan donasi dari para pengguna jalan.
Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu). Pemilihan lembaga ini dimaksudkan untuk menjaga transparansi dan memastikan bantuan tersalurkan secara profesional kepada masyarakat yang membutuhkan di Sumatra.


“Aksi kolaboratif ini adalah bentuk nyata respons mahasiswa terhadap bencana yang menimpa saudara kita di Sumatra. Kami menggabungkan pendekatan seni, kewirausahaan sosial di kampus, hingga aksi langsung di jalanan untuk menjangkau masyarakat luas,” ujar Iqbal Sarifudin, koordinator aksi lapangan.
Melalui gerakan ini, Keluarga Besar Mahasiswa FKIP UNIMMA berharap dapat meringankan beban para korban sekaligus memicu semangat gotong royong masyarakat dalam merespons bencana nasional.
Dec 11, 2025
Magelang, 23 November 2025 — Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMJ PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Pra-Dasar (LKMMPD) dengan tema “Transformasi Diri Menuju Pendidik Profesional dan Humanis” pada Sabtu–Minggu, 22–23 November 2025 bertempat di Kampus 1 UNIMMA.
Kegiatan ini merupakan program pembinaan kepemimpinan tingkat dasar yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru PGSD angkatan 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 125 mahasiswa. LKMMPD menjadi wadah strategis bagi mahasiswa calon pendidik untuk mengembangkan karakter kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta kepekaan sosial sesuai tuntutan pendidikan era modern.
Pelaksanaan kegiatan dibuka secara resmi oleh Kaprodi PGSD dan turut dihadiri pembina HMJ, DKO, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, pihak fakultas menekankan pentingnya membentuk guru masa depan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral, profesionalisme, dan jiwa humanis.
Ketua Panitia, Az-Zahra Raihanola, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai proses pembentukan jati diri mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar yang siap menjadi teladan.
“Melalui LKMMPD, kami ingin menanamkan nilai-nilai profesionalisme, tanggung jawab, dan empati sosial. Kami berharap mahasiswa dapat memimpin dirinya sendiri sebelum kelak memimpin peserta didik,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMJ PGSD, Ahmad Misbah Kurniawan, menambahkan bahwa LKMMPD merupakan langkah penting dalam membangun karakter kepemimpinan mahasiswa sebagai bagian dari proses pembinaan berkelanjutan di lingkungan PGSD UNIMMA.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta dan panitia mengikuti sesi penutupan dan pelepasan yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Kegiatan dinyatakan berhasil dengan tingkat kehadiran peserta melebihi 75%.
Dengan terlaksananya LKMMPD 2025, diharapkan mahasiswa PGSD UNIMMA mampu melakukan transformasi diri menuju pendidik yang profesional, berkarakter, dan humanis sesuai dengan semangat dan nilai-nilai Muhammadiyah.
Dec 9, 2025
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Magelang
Komisariat Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Periode 2025/2026
Ideologi Dilandaskan, Regenerasi Digerakkan: Kader Pencerah Siap Dihadirkan
Magelang, 5 November 2025
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Magelang Komisariat Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan penuh semangat menyelenggarakan Darul Arqam Dasar (DAD) sebagai salah satu pilar utama pembinaan kader tingkat awal. Kegiatan ini dilaksanakan pada 31 Oktober hingga 2 November 2025 di SMP Muhammadiyah Muntilan sebagai bentuk aktualisasi sistem perkaderan IMM yang integral, terstruktur, dan berkelanjutan.
Mengangkat tema “Meneguhkan Spirit Keislaman dan Kemuhammadiyahan dalam Gerakan Kader IMM yang Berkemajuan”, DAD kali ini diikuti oleh 20 kader terpilih yang siap melanjutkan estafet perjuangan dan regenerasi organisasi. Seluruh peserta dipersiapkan agar mampu mengemban amanah sebagai akademisi Islam yang berakhlak mulia sesuai amanat Anggaran Dasar IMM. Kegiatan ini berjalan dengan suasana pembinaan yang intensif, mencakup pendalaman ideologi, pembentukan karakter, penguatan spirit gerakan, serta pemahaman menyeluruh tentang eksistensi IMM sebagai gerakan dakwah Islam, ilmu pengetahuan dan kemasyarakatan.
Enam materi utama dihadirkan dalam rangka mengokohkan tri kompetensi dasar IMM (Keimanan, Keilmuan, dan Amal Sholeh), yaitu al-Islam, kemuhammadiyahan, ke-IMM-an, gender, manajemen diri dan filsafat. Keseluruhan materi tersebut disampaikan oleh para narasumber yang berkompeten dan berpengalaman dalam gerakan intelektual dan sosial kemasyarakatan. Para pemateri menegaskan pentingnya kader IMM memiliki integritas moral, daya nalar kritis, kesadaran sejarah, serta kemampuan mempengaruhi dan menggerakkan masyarakat.
Ketua Umum PK IMM Komkip dalam sambutannya menyampaikan bahwa DAD merupakan langkah fundamental dalam mencetak kader ideologis yang tak hanya hadir sebagai organisatoris, namun juga menjadi pionir perubahan dan penyampai risalah dakwah Islam berkemajuan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader mampu meneguhkan komitmennya terhadap Persyarikatan Muhammadiyah, serta mengambil peran nyata dalam perjuangan menegakkan nilai keadaban, kemajuan ilmu pengetahuan, dan keberpihakan pada kemanusiaan semesta. Dengan tuntasnya pelaksanaan DAD, PK IMM Komkip mengharapkan akan lahirnya kader-kader unggul yang siap menyongsong masa depan gerakan lebih progresif dan berdampak. Agenda pengkaderan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi dalam mewujudkan Gerakan IMM Berkemajuan.
Hidup Mahasiswa! Hidup IMM!
IMM berkemajuan, gerakan pencerahan!
IMM jaya!
Nov 11, 2025
Magelang, 8 November 2025 – Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (DPM FKIP) Universitas Muhammadiyah Magelang sukses menyelenggarakan kegiatan Upgrading dengan tema “Optimalisasi Kinerja DPM FKIP: Mencetak Anggota Legislatif Mahasiswa yang Kompeten dan Berdampak.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, serta tanggung jawab anggota DPM dalam menjalankan peran legislatif di lingkungan fakultas.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Magelang ini diikuti oleh seluruh anggota DPM FKIP dan anggota legislatif muda serta menghadirkan dua pemateri. Pemateri pertama, Windu Akmal Fauzi, Ketua Umum DPM FAPERTA Universitas Tidar, membawakan materi tentang Pengantar Lembaga Legislatif Mahasiswa, Ia menekankan pentingnya pemahaman struktur, fungsi, dan tanggung jawab lembaga legislatif dalam sistem organisasi kemahasiswaan. Pemateri kedua, Asep Riyanto, Anggota Komisi 1 DPM KM UNIMMA periode 2023/2024, memaparkan materi tentang Persidangan serta mekanisme dalam penyusunan keputusan legislatif mahasiswa yang demokratis dan berlandaskan pada tata tertib organisasi.
Dalam sambutannya, Anifah Sukma Ayu, Ketua Umum DPM FKIP UNIMMA, menegaskan bahwa kegiatan Upgrading bukan sekadar formalitas pelaksanaan program kerja, melainkan sarana pelatihan dan penyatuan visi-misi antaranggota.
“Upgrading DPM FKIP bukan hanya sebagai bentuk pelaksanaan program, tetapi juga sebagai langkah konkret untuk menyatukan semangat dan visi agar DPM FKIP mampu menjadi wadah aspirasi mahasiswa yang kompeten dan bertanggung jawab,” ujar Anifah.
Sementara itu, Wakil Dekan FKIP, Aditia Eska Wardana, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa DPM merupakan lembaga penting yang wajib hadir di setiap fakultas.
“DPM memiliki peran vital sebagai lembaga pengawas kinerja organisasi kemahasiswaan serta pengadvokasi aspirasi mahasiswa. Lembaga legislatif harus memahami secara mendalam peraturan dan Undang-Undang Keluarga Mahasiswa (UU KM) FKIP agar dapat menjalankan fungsinya secara maksimal,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota DPM FKIP dapat memperkuat komitmen dan kemampuan dalam mengemban tugasnya sebagai legislator muda yang profesional, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan organisasi mahasiswa di lingkungan FKIP UNIMMA.
Nov 4, 2025
“Manajemen Organisasi yang Etis dan Solutif sebagai Wadah Pengembangan Konselor Masa Depan”
Organisasi kemahasiswaan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan profesionalitas mahasiswa. Melalui kegiatan berorganisasi, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, bekerja sama, serta mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab. Bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, keterlibatan dalam organisasi juga menjadi sarana pembelajaran dalam menanamkan nilai-nilai etika, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara bijak dan berorientasi pada solusi.
Namun, masih sering dijumpai berbagai kendala seperti lemahnya manajemen, kurangnya koordinasi antaranggota, serta rendahnya pemahaman terhadap etika dalam berorganisasi. Situasi tersebut menunjukkan perlunya pelatihan yang dapat membekali mahasiswa dengan kemampuan manajerial yang berlandaskan etika, kepemimpinan yang efektif, dan keterampilan dalam penyelesaian konflik secara solutif.
Sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Pra-Dasar (LKMM-PD) dengan tema “Manajemen Organisasi yang Etis dan Solutif sebagai Wadah Pengembangan Konselor Masa Depan” diselenggarakan pada 25–26 Oktober 2025 bertempat di Penginapan Griya Danuri Borobudur. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi dalam bidang organisasi, kepemimpinan, dan etika profesional.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep manajemen organisasi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara praktis dengan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan tanggung jawab. Dengan demikian, LKMM-PD 2025 menjadi langkah strategis dalam membentuk calon konselor masa depan yang berintegritas, adaptif, serta siap memberikan kontribusi positif bagi lingkungan akademik maupun masyarakat luas.