(0293) 326945 | 1301 [email protected]
Mahasiswa PGSD FKIP Laksanakan Studi Banding ke SD Islam Bani Hasyim Malang, Pelajari Kurikulum The Living School Berbasis Adab dan Akhlak

Mahasiswa PGSD FKIP Laksanakan Studi Banding ke SD Islam Bani Hasyim Malang, Pelajari Kurikulum The Living School Berbasis Adab dan Akhlak

Sebanyak 131 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melaksanakan kegiatan studi banding ke SD Islam Bani Hasyim Malang, Jawa Timur, pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan akademik ini didampingi oleh lima dosen PGSD dan diterima secara langsung oleh Kepala Sekolah SD Islam Bani Hasyim beserta jajaran guru dan pimpinan Yayasan.

Studi banding ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa terkait praktik pedagogi pembelajaran di sekolah dasar, khususnya dalam pengelolaan kurikulum, pengembangan keterampilan siswa, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan kemampuan akademik dan nonakademik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi PGSD dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata melalui pembelajaran kontekstual dan observasi langsung di satuan pendidikan dasar.

Salah satu fokus utama dalam studi banding ini adalah pengenalan kurikulum yang digunakan di SD Islam Bani Hasyim, yaitu The Living School. Kurikulum ini menitikberatkan pada pembentukan adab dan akhlak sebagai fondasi utama pendidikan. Dalam implementasinya, nilai-nilai karakter tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi dihidupkan dalam seluruh aktivitas sekolah, mulai dari pembelajaran di kelas, interaksi sosial, hingga budaya sekolah sehari-hari.

Dalam kunjungan ini, mahasiswa PGSD diajak berkeliling lingkungan sekolah untuk mengamati secara langsung fasilitas pendidikan, tata ruang, serta pelaksanaan pembelajaran di berbagai kelas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran utuh tentang bagaimana lingkungan belajar dirancang untuk mendukung tumbuh kembang siswa secara holistik, baik dari aspek akademik, sosial, emosional, maupun spiritual.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga melakukan observasi terhadap berbagai aktivitas pembelajaran dan program pengembangan diri siswa. Sejumlah kegiatan yang diamati antara lain pembelajaran seni dan kreativitas, penguatan literasi bahasa asing, seni pencak silat sebagai bagian dari pendidikan jasmani dan karakter, hingga kegiatan seni menghias topeng tradisional. Aktivitas seni tersebut menjadi sarana penguatan budaya lokal sekaligus media pembelajaran yang menumbuhkan kreativitas, kerja sama, dan kecintaan siswa terhadap budaya bangsa.

Selain itu, mahasiswa mencermati bagaimana SD Islam Bani Hasyim menyusun sendiri buku-buku pembelajaran yang digunakan di sekolah. Penyusunan buku ajar secara mandiri ini bertujuan agar materi pembelajaran selaras dengan nilai, karakter, dan profil lulusan yang diharapkan sekolah. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian dan karakter siswa secara konsisten.

Keunikan lain yang menarik perhatian mahasiswa adalah keterlibatan wali murid dalam proses pembelajaran. SD Islam Bani Hasyim memiliki kelas-kelas khusus yang diisi oleh wali murid sesuai dengan profesi masing-masing. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan pengalaman belajar langsung dari praktisi di berbagai bidang, sementara orang tua turut berperan aktif dalam mendukung proses pendidikan anak di sekolah.

Tidak hanya itu, terdapat pula pembelajaran kolaboratif yang melibatkan siswa dan wali murid secara bersamaan. Model pembelajaran ini dirancang untuk membangun sinergi antara sekolah dan keluarga, sehingga proses belajar tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut di lingkungan rumah. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak.

Salah satu mahasiswa peserta studi banding, Mesak, mahasiswa PGSD asal Papua, mengungkapkan kesan positifnya terhadap budaya sekolah yang diterapkan di SD Islam Bani Hasyim. Ia mengaku terkesan dengan atmosfer pendidikan di Jawa yang menekankan keseimbangan antara pencapaian akademik, penguatan budaya, dan pembentukan karakter siswa.

“Kami melihat bagaimana budaya sekolah dibangun dengan sangat kuat melalui kegiatan-kegiatan yang mendidik dan membentuk karakter. Ini menjadi pengalaman baru dan berharga bagi kami, terutama karena kami bisa melihat langsung praktik pendidikan yang menempatkan adab dan akhlak sebagai dasar utama,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu dosen pendamping, Arifah Muzayyanah, M.Pd., menilai bahwa praktik pendidikan di SD Islam Bani Hasyim sangat menarik dan relevan dengan tantangan pendidikan dasar saat ini. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga melatih keterampilan hidup (life skills) siswa sejak dini.

“Pembelajaran di sini memberikan contoh konkret bagaimana sekolah dapat menjadi ruang pembentukan karakter, keterampilan sosial, dan kemandirian siswa. Ditambah dengan keterlibatan orang tua dan penyusunan bahan ajar mandiri, sekolah benar-benar menghadirkan pendidikan yang hidup dan bermakna,” jelas Arifah.

Ia menambahkan bahwa guru-guru di SD Islam Bani Hasyim juga secara rutin mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menjaga kualitas pembelajaran serta memastikan bahwa setiap pendidik mampu mengimplementasikan kurikulum The Living School secara optimal.

Melalui kegiatan studi banding ini, mahasiswa PGSD diharapkan memperoleh pengalaman nyata mengenai praktik pendidikan dasar yang holistik, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi profesional sebagai calon guru sekolah dasar.

Kegiatan studi banding ini sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa PGSD FKIP dalam menghadapi dunia pendidikan di masa depan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan adab, akhlak, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

 

 

 

 

 

Pagelaran Seni Tari dan Drama Mahasiswa PGSD Tampilkan Kreativitas dan Literasi Sastra

Pagelaran Seni Tari dan Drama Mahasiswa PGSD Tampilkan Kreativitas dan Literasi Sastra

Program Studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar  FKIP Unimma menyelenggarakan Pagelaran Seni Tari dan Drama mahasiswa pada Selasa hingga Kamis, 20–22 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Unimma Kampus 1 pada pukul 08.00–12.00 WIB dan diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 3.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi, Agrissto Bintang Aji Pradana, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pagelaran seni sebagai ruang ekspresi dan pengembangan kompetensi mahasiswa calon guru sekolah dasar.

“Melalui pagelaran seni ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga belajar menyampaikan nilai dan pesan pendidikan melalui bahasa seni,” ungkapnya.

Beragam tema diangkat dalam pertunjukan, mulai dari cerita rakyat, kearifan lokal, hingga refleksi kehidupan sosial yang dekat dengan dunia anak-anak. Dosen pendamping kegiatan, Bening Sri Palupi, M.Pd., menyampaikan bahwa pagelaran ini dirancang sebagai ruang berkarya sekaligus ruang belajar bagi mahasiswa. Seni tari dan drama dipandang sebagai keterampilan dasar yang penting dimiliki calon guru SD, karena dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif di kelas.

“Calon guru SD perlu memiliki keberanian berekspresi, kemampuan bercerita, serta kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan budaya. Semua itu dapat dilatih melalui seni tari dan drama,” jelasnya.

Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Auditorium Unimma Kampus 1 menjadi ruang ekspresi seni yang hidup selama tiga hari, dengan beragam penampilan yang menunjukkan karakter dan kekhasan masing-masing kelas. Setiap pertunjukan disambut dengan perhatian dan apresiasi dari penonton, menciptakan suasana akademik yang kreatif dan inspiratif.

Melalui kegiatan ini, Prodi PGSD Unimma menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga dari sisi kreativitas, seni, dan budaya. Pagelaran seni tari dan drama diharapkan dapat menginspirasi penyampaian nilai moral sekaligus pelestarian budaya dalam dalam bingkai pembelajaran.

 

Mahasiswa FKIP UNIMMA Galang Dana Kreatif dan Aksi Jalanan untuk Korban Bencana Sumatra

Mahasiswa FKIP UNIMMA Galang Dana Kreatif dan Aksi Jalanan untuk Korban Bencana Sumatra

MAGELANG, 29 Desember 2025 – Seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar aksi solidaritas serentak untuk membantu korban bencana alam di wilayah Sumatra. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Senin–Rabu (22-24/12), ini berhasil menghimpun donasi melalui berbagai aksi kreatif dan penggalangan dana di ruang publik.

Aliansi mahasiswa yang terdiri dari BEM FKIP, IMM Komkip, DPM FKIP, HIMA BK, HMJ PGSD, dan HMJ PGPAUD ini membagi kegiatan dalam dua metode. Di lingkungan internal Kampus 1 UNIMMA, penggalangan dana dilakukan melalui pertunjukkan akustik dan Bazar Kemanusiaan. Seluruh keuntungan dari penjualan produk dalam bazar tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk donasi.

Sebagai puncak aksi pada Rabu (24/12), sejumlah perwakilan Ormawa FKIP UNIMMA turun ke jalan di beberapa titik strategis Kota Magelang, seperti persimpangan lampu merah Alun-alun Kota Magelang dan persimpangan Artos (Armada Town Square). Meski sempat diguyur hujan, para mahasiswa tetap melakukan orasi kemanusiaan dan mengumpulkan donasi dari para pengguna jalan.

Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu). Pemilihan lembaga ini dimaksudkan untuk menjaga transparansi dan memastikan bantuan tersalurkan secara profesional kepada masyarakat yang membutuhkan di Sumatra.

“Aksi kolaboratif ini adalah bentuk nyata respons mahasiswa terhadap bencana yang menimpa saudara kita di Sumatra. Kami menggabungkan pendekatan seni, kewirausahaan sosial di kampus, hingga aksi langsung di jalanan untuk menjangkau masyarakat luas,” ujar Iqbal Sarifudin, koordinator aksi lapangan.

Melalui gerakan ini, Keluarga Besar Mahasiswa FKIP UNIMMA berharap dapat meringankan beban para korban sekaligus memicu semangat gotong royong masyarakat dalam merespons bencana nasional.