Aug 2, 2024
Magelang – Di tengah tuntutan pendidikan yang semakin kompleks, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menyelenggarakan kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) yang bertujuan membekali mahasiswa memiliki kompetensi kepramukaan bagi calon guru SD. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) adalah sebuah program pendidikan dan pelatihan yang dirancang untuk mempersiapkan calon Pembina Pramuka dengan pengetahuan dan keterampilan dasar kepramukaan.
Kegiatan KMD ini merupakan kegiatan KMD yang ke-6 yang diselenggarakan melalui kerja sama antara Prodi PGSD UNIMMA dengan Kwartir Cabang Kota Magelang-Tidar Giri. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, dimulai dari tanggal 22-25 Juli 2024, dan ditutup dengan kegiatan kemah pada 27-28 Juli 2024.
Pada KMD kali ini juga menjadi istimewa dimana pelatih didatangkan dari beberapa daerah termasuk adanya pelatih dari Kwarda Jawa Tengah. Adapun pelatih KMD berasal dari Kwarcab Tidar Diri Kota Magelang, Kwarcab Kota Surakarta dan Kwarcab Kabupaten Temanggung. KMD PGSD UNIMMA tahun ini diikuti 97 mahasiswa dengan rincian 84 perempuan dan 15 orang laki-laki. Dari 97 mahasiswa terbagi menjadi 2 golongan pramuka di SD yaitu pramuka golongan siaga dan golongan penggalang.
Selama pelaksanaan KMD, para peserta tidak hanya dibekali dengan teori dasar kepramukaan, tetapi juga diberi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan tersebut melalui berbagai kegiatan praktis. Kemah yang dilaksanakan pada akhir kegiatan menjadi puncak dari seluruh rangkaian KMD, dimana para peserta merasakan langsung pengalaman hidup di alam terbuka dan menerapkan keterampilan yang telah dipelajari.
Ketua Program Studi PGSD UNIMMA, Agrissto Bintang Aji Pradana, M.Pd., menegaskan bahwa PGSD UNIMMA berkomitmen untuk mencetak guru yang berkualitas. “Kami berkomitmen untuk mencetak guru-guru yang berkualitas. Termasuk dengan adanya KMD, yang sangat penting bagi mahasiswa PGSD. KMD berguna agar nanti ketika lulus, mahasiswa memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk menjadi pembina pramuka di sekolah,” ujarnya.
Kak Heriyono, M.Pd., Kapusdiklat Kwartir Cabang Kota Magelang, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya KMD. “KMD merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dan keterampilan kepramukaan. Hal ini akan menjadi modal penting bagi mahasiswa yang merupakan calon guru Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah, yang nantinya akan membina kegiatan kepramukaan di sekolah tempatnya mengabdi,” jelasnya.
Dengan adanya program ini, PGSD UNIMMA tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis semata, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan mahasiswa. Lulusan PGSD UNIMMA diharapkan mampu menjadi guru yang tidak hanya pandai mengajar, tetapi juga mampu melatih dan membina siswa dalam kegiatan kepramukaan, yang merupakan bagian penting dari pendidikan karakter di Indonesia.
Jul 10, 2024
Prodi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelengarkan kegiatan kunjungan akademik ke Prodi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini mengusung tema “Pengembangan Multimedia BK” sebagai bentuk sinergi untuk mahasiswa mengembangkan ilmu yang akan diterpkan dalam bidang Bimbingan dan Konseling.
Kunjungan akademik Prodi BK FKIP Universitas Muhammadiyah Magelang ke Departemen Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang bertujuan untuk memperluas pemahaman dalam pengembangan media BK. Pada kunjungan akademik ini juga dapat menambah hubungan kelembagaan yang berpotensi untuk menciptakan kolaborasi dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi. Pemahaman mahasiswa mengenai perkembangan media yang telah dipaparkan dapat diterapkan dalam dunia nyata serta menambah inspirasi dalam pengembangan media inovatif yang nantinya dapat diterapkan di lapangan.
Dalam sambutan Kepala Program Studi (Kaprodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Malang (UNM) Dr. Diniy Hidayatur Rahman, S.Pd.,M.Pd menyampaikan bahwa kolaborasi antara prodi BK UNIMMA dengan departemen BK UNM sangat penting untuk mewujudkan mahasiswa yang bermutu, unggul serta inovatif dalam mengembangkan media-media BK. “Menjadi mahasiswa tidak hanya belajar mengenai materi saja, akan tetapi juga dituntut untuk mampu mengembangkan dan memanfaatkan media-media yang inovatif dalam memberikan layanan konseling yang efektif, menarik, dan inovatif,” ungkapnya.
May 26, 2024
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses menggelar kegiatan “Festival Merdeka Belajar” pada tanggal 26 Mei 2024 yang bertempat di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bentuk konkret implementasi semangat Merdeka Belajar sekaligus merayakan kolaborasi kreatif antara mahasiswa, dosen, guru, dan masyarakat.
Festival ini mengusung tema “Belajar Merdeka di Ruang Terbuka” dengan tujuan menanamkan nilai-nilai pendidikan berbasis budaya, sejarah, dan lingkungan kepada generasi muda. Berbagai kegiatan interaktif diselenggarakan, antara lain pameran karya mahasiswa PGSD, pertunjukan seni tradisional, kelas kreatif di alam terbuka, serta lokakarya pendidikan bagi guru-guru sekolah dasar.
Ketua Program Studi PGSD UNIMMA, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran inovatif, tetapi juga sebagai sarana menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa. “Candi Borobudur adalah ruang belajar yang luar biasa. Dengan menjadikannya bagian dari proses pembelajaran, kita mengajarkan kepada anak-anak dan mahasiswa bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja dan dari siapa saja,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas dari keterlibatan aktif para mahasiswa dan guru mitra yang turut serta memeriahkan setiap rangkaian acara. Festival ini juga mendapat apresiasi dari pengelola kawasan Candi Borobudur karena mendukung pelestarian budaya melalui pendekatan pendidikan.
Dengan terselenggaranya Festival Merdeka Belajar ini, UNIMMA menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan yang inklusif, kontekstual, dan berlandaskan kearifan lokal.
Apr 24, 2024
Magelang, Jawa Tengah – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang lolos pendanaan PKM-Pengabdian Masyarakat (PM) yang diadakan oleh Kemendikbudristek tahun 2024. Dari 43 ribu judul proposal yang didaftarkan, sebanyak 3520 dinyatakan lolos pendanaan.
Adapun mahasiswa tersebut terdiri dari 4 anggota dan 1 ketua tim, yakni Amirrudin Akhyar, Priandani, Siska Amelia, Abid Nur Sugesti, dan Muhammad Iqbal Fanani sebagai ketua yang tergabung dalam tim PKM-PM Skema Unimma dengan mengusung judul “Sekolah Kesehatan Mental Melalui Peer Counseling Training sebagai Upaya Peningkatan Resiliensi bagi Komunitas Disabilitas Fisik Warsamundung Magelang.”
Program ini dilakukan dengan pemberian pelatihan konselor teman sebaya pada individu disabilitas fisik Komunitas Warsamundung di Kabupaten Magelang dengan model bahwa individu yang mengalami kecacatan langsung adalah orang yang paling tepat untuk membantu mengatasi permasalahan pada individu penyandang disabilitas(Gladding,2005). Hal itu juga sejalan dengan konsep Peer Counseling dimana kegiatan dapat dilakukan oleh tenaga non professional yang memiliki kesamaan, baik dari segi usia, pengalaman, maupun gaya hidup.
Melalui program ini, anggota Komunitas Warsamundung diharapkan dapat memperoleh berbagai manfaat diantaranya meningkatnya resiliensi, akses konseling yang mudah, dan meningkatnya kesehatan mental yang baik sehingga mampu mengatasi permasalahan yang dialami oleh disabilitas fisik, mengingat masih banyaknya diskriminasi dan lingkungan yang kurang inklusif sehingga individu terhindar dari permasalahan kesehatan mental serta menyadari betapa selain pentingnya menjaga kesehatan fisik, kesehatan jiwa pun perlu diperhatikan.
Tim pengusul program PKM-PM Skema Unimma ini berharap bahwa kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga mampu merealisasikan tujuan program dan lolos menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional tahun 2024 di Universitas Airlangga.
Apr 6, 2024
Magelang, Jawa Tengah – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang lolos pendanaan PKM-Pengabdian Masyarakat (PM) yang diadakan oleh Kemendikbudristek tahun 2024. Dari 43 ribu judul proposal yang didaftarkan, sebanyak 3520 dinyatakan lolos pendanaan.
Adapun mahasiswa tersebut terdiri dari 4 anggota dan 1 ketua tim, yakni Amirrudin Akhyar, Priandani, Siska Amelia, Abid Nur Sugesti, dan Muhammad Iqbal Fanani sebagai ketua yang tergabung dalam tim PKM-PM Skema Unimma dengan mengusung judul “Sekolah Kesehatan Mental Melalui Peer Counseling Training sebagai Upaya Peningkatan Resiliensi bagi Komunitas Disabilitas Fisik Warsamundung Magelang.”
Program ini dilakukan dengan pemberian pelatihan konselor teman sebaya pada individu disabilitas fisik Komunitas Warsamundung di Kabupaten Magelang dengan model bahwa individu yang mengalami kecacatan langsung adalah orang yang paling tepat untuk membantu mengatasi permasalahan pada individu penyandang disabilitas(Gladding,2005). Hal itu juga sejalan dengan konsep Peer Counseling dimana kegiatan dapat dilakukan oleh tenaga non professional yang memiliki kesamaan, baik dari segi usia, pengalaman, maupun gaya hidup.
Melalui program ini, anggota Komunitas Warsamundung diharapkan dapat memperoleh berbagai manfaat diantaranya meningkatnya resiliensi, akses konseling yang mudah, dan meningkatnya kesehatan mental yang baik sehingga mampu mengatasi permasalahan yang dialami oleh disabilitas fisik, mengingat masih banyaknya diskriminasi dan lingkungan yang kurang inklusif sehingga individu terhindar dari permasalahan kesehatan mental serta menyadari betapa selain pentingnya menjaga kesehatan fisik, kesehatan jiwa pun perlu diperhatikan.
Tim pengusul program PKM-PM Skema Unimma ini berharap bahwa kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga mampu merealisasikan tujuan program dan lolos menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional tahun 2024 di Universitas Airlangga.
Nov 22, 2023
Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Magelang, 22/11/2023, berkolaborasi dengan Prodi PGSD Kampus UPI Purwakarta menyelenggarakan Seminar Nasional. Seminar diisi oleh dua narasumber, narasumber pertama Septiyati Purwandari, M.Pd., dari dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Magelang dan Nenden Permas Hikmatunisa, M.Pd., M.A., dosen PGSD UPI Purwakarta.
Futurizing Smart Class: kita akan mempersiapkan kelas, iklim, maupun gurunya sehingga bisa mewujudkan guru yang cerdas, fasilitas yang memadai, dan iklim kelas yang bisa mencerdaskan siswa, ungkap Agrissto Bintang Aji Pradana, M.Pd. selaku Ka.Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Magelang pada acara pembukaan Seminar Nasional dengan tema “Empowering, Minds, Shaping Futures: Navigating 21st Century Learning in Primary Education”.
Seminar nasional yang dilaksanakan di Ruang Smart Class ramai diikuti oleh mahasiswa PGSD. Materi yang disampaikan berkaitan dengan peran guru dalam memanfaatkan teknologi yang dikaitkan dengan neurologi. Sebelum memanfaatkan teknologi, guru perlu juga mengenal karakteristik alamiah yang dimiliki oleh peserta didik, khususnya anak usia sekolah dasar. Mirisnya, yang semakin hilang dari pendidikan saat ini adalah “sentuhan dari manusia”. Guru tidak serta merta bergantung pada teknologi, justru gurulah yang harus bisa memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran.
Apa saja bisa dicari di dunia maya. Jawaban dari soal-soal yang tersaji di hadapan siswa sangat mudah diberikan oleh Artificial Intelligence. Jika peran manusia semakin hilang, maka peran tersebut akan tergantikan oleh “robot”. Harapannya, setelah mengikuti seminar ini mahasiswa mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi segala ketidakpastian di masa depan mengingat perkembangan teknologi yang cepat pada pendidikan tidak dapat dihindari lagi.