(0293) 326945 | 1301 [email protected]
FKIP UNIMMA Gelar Webinar Pencarian Referensi dan Pemanfaatan AI dalam Tugas Akhir Mahasiswa
January 22, 2026

Humas FKIP

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Magelang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa melalui penyelenggaraan Webinar Pencarian Referensi dan Pemanfaatan AI dalam Tugas Akhir Mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2) yang sedang menempuh skripsi dan tesis. Webinar ini diselenggarakan sebagai respons atas tantangan akademik yang semakin kompleks di era digital, khususnya terkait dengan ketersediaan sumber referensi ilmiah yang melimpah serta pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Melalui kegiatan ini, FKIP UNIMMA berupaya membekali mahasiswa dengan keterampilan strategis dalam menelusuri referensi ilmiah yang kredibel sekaligus memanfaatkan AI secara etis dan bertanggung jawab dalam penyusunan tugas akhir dan artikel ilmiah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ari Suryawan, Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Magelang. Dalam sambutannya, menegaskan bahwa kualitas tugas akhir mahasiswa sangat ditentukan oleh kemampuan dalam memilih dan menggunakan referensi ilmiah yang tepat. Menurut beliau, referensi bukan sekadar pelengkap daftar pustaka, melainkan fondasi utama yang menentukan kekuatan argumentasi, kejelasan kerangka teori, serta validitas temuan penelitian.

Dekan menyampaikan tiga pesan utama yang menjadi inti arah kebijakan akademik FKIP dalam menghadapi era digital. Pertama, pentingnya meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa melalui penggunaan referensi yang kredibel dan bereputasi, baik dalam tugas akhir maupun artikel ilmiah. Referensi yang berasal dari jurnal internasional bereputasi, buku ilmiah, serta sumber akademik terpercaya diharapkan mampu memperkuat posisi ilmiah karya mahasiswa dan mendorong lahirnya penelitian yang berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu. Kedua, menekankan urgensi etika pemanfaatan AI dalam penyelesaian tugas akhir. Perkembangan teknologi AI membuka peluang besar dalam membantu mahasiswa menelusuri literatur, menyusun kerangka berpikir, hingga mengelola referensi. Namun, pemanfaatan tersebut harus tetap berada dalam koridor etika akademik. AI diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran intelektual mahasiswa. Setiap ide, analisis, dan kesimpulan tetap harus lahir dari pemikiran kritis dan tanggung jawab akademik penulis. Ketiga, mengajak seluruh sivitas akademika untuk membumikan integritas akademik melalui penulisan artikel ilmiah. Integritas akademik dipandang sebagai nilai fundamental yang harus dijaga dalam setiap proses penelitian, mulai dari perumusan masalah, pengumpulan data, analisis, hingga publikasi. Kejujuran ilmiah, penghormatan terhadap karya orang lain melalui sitasi yang benar, serta penolakan terhadap segala bentuk plagiarisme menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas di bidang penelitian, publikasi ilmiah, serta aspek hukum dalam pemanfaatan AI. Narasumber pertama adalah Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, M.E.I., seorang peneliti dan editor jurnal yang aktif dalam pengelolaan publikasi ilmiah bereputasi. Dalam paparannya, Dr. Zulfikar menjelaskan strategi efektif dalam menelusuri referensi ilmiah berkualitas, mulai dari pemanfaatan database jurnal internasional, teknik pencarian kata kunci, hingga cara menilai kredibilitas sumber. Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, M.E.I., menekankan bahwa kemampuan menelusuri literatur merupakan keterampilan dasar yang wajib dimiliki mahasiswa peneliti. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah penggunaan sumber yang tidak relevan, tidak mutakhir, atau berasal dari media nonilmiah.  Selain itu, Dr. Zulfikar juga membahas peran AI dalam mendukung proses pencarian referensi. AI dapat dimanfaatkan untuk memetakan topik penelitian, merekomendasikan artikel relevan, serta merangkum temuan penelitian terdahulu. Namun demikian, beliau mengingatkan bahwa hasil AI harus selalu diverifikasi dan dikritisi, karena kualitas karya ilmiah tetap ditentukan oleh kedalaman analisis manusia, bukan oleh kecanggihan teknologi semata.

Narasumber kedua, Dr. Chrisna Bagus Edhita Praja, M.H., seorang pakar hak cipta dan pemanfaatan AI dalam penulisan artikel ilmiah, mengulas aspek hukum dan etika dalam penggunaan teknologi AI. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa pemanfaatan AI dalam penulisan ilmiah harus memperhatikan hak kekayaan intelektual, kepemilikan karya, serta batasan batasan hukum yang berlaku. Dr. Chrisna menegaskan bahwa penggunaan AI tanpa kontrol dapat berpotensi melanggar prinsip orisinalitas dan menimbulkan persoalan hukum, terutama jika karya yang dihasilkan mengandung unsur plagiarisme atau melanggar hak cipta. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami bahwa AI bukanlah “penulis”, melainkan sekadar alat bantu yang tidak memiliki tanggung jawab hukum. Tanggung jawab akademik dan hukum sepenuhnya berada pada penulis karya ilmiah. Lebih lanjut, beliau menyoroti pentingnya transparansi dalam penggunaan AI. Mahasiswa diimbau untuk bersikap terbuka kepada dosen pembimbing mengenai bentuk pemanfaatan AI yang digunakan dalam proses penelitian. Sikap ini dinilai sebagai bagian dari etika akademik dan cerminan kedewasaan intelektual seorang peneliti pemula. Selama sesi diskusi, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik penelusuran jurnal, pemilihan referensi bereputasi, serta batasan etis penggunaan AI. Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan wawasan praktis yang sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa yang sedang berada pada tahap akhir studi.

Webinar ini diharapkan menjadi titik awal penguatan budaya akademik yang sehat di lingkungan FKIP UNIMMA. Melalui pemahaman yang baik tentang pencarian referensi dan pemanfaatan AI, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan tugas akhir dan artikel ilmiah yang berkualitas, orisinal, serta berintegritas tinggi. Pada akhir kegiatan, Dekan FKIP Unimma menyampaikan harapan agar mahasiswa setelah mengikuti webinar ini mampu memanfaatkan AI secara bijak dan efektif, sekaligus memiliki keterampilan literasi informasi yang kuat dalam menelusuri sumber ilmiah terpercaya. Dengan demikian, tugas akhir tidak hanya menjadi syarat kelulusan, tetapi juga menjadi karya ilmiah yang layak dibanggakan dan berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan. FKIP Universitas Muhammadiyah Magelang berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menanamkan nilai-nilai integritas, etika, dan profesionalisme kepada seluruh mahasiswa sebagai calon pendidik dan akademisi masa depan.

Dokumentasi Kegiatan di Youtube Garda Cendekia FKIP Unimma
File Materi Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, S.E, M.EI.
File Materi Dr. Chrisna Bagus Edhita Praja, S.H, M.H.